ASSALAMUALAIKUM Pictures, Images and Photos

Sabtu, 18 April 2009

Festival Zapin Nusantara II di Malaysia

TUGAS ART OF CULTURE
SMA Pintar Kab. Kuantan Singingi

Guru : Ronaldo Rozalino S.Sn

JAMBI, MINGGU - Festival Zapin II di Stadion Johor Baru, Malaysia, akan dilaksanakan pada 1-4 Agustus mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan sesama negara berkebangsaan melayu.

Prof M. Anis selaku penyelenggara acara ini, mengatakan, Sabtu (28/6), puluhan penari dalam 14 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, akan membawakan beragam tarian tradisional zapin khas daerah masing-masing.

Rangkaian pegelaran ini diperkirakan akan menyedot sekitar 6.000 pengunjung. "Ini akan menjadi kegiatan seni yang memuaskan kerinduan orang-orang melayu akan tarian indah zapin yang sempat tenggelam," tuturnya, di sela uji coba empat tari zapin asal Jambi, di Langkan Budaya Teratak, Kota Jambi.

Menurut Anis, meski Tari Zapin tumbuh di banyak daerah, pihaknya hanya mendatangkan tarian yang benar-benar dapat menyuguhkan nuansa melayu, tidak sekadar kreasi tari semata. "Banyak yang bisa berkreasi, namun hanya sedikit yang mampu menampilkan tarian yang lekat nuansa dan roh melayu dengan baik, mulai dari kreasi gerak, musik, melodi, dan kostumnya," katnay.

Selama tiga pekan terakhir, pihaknya telah mengunjungi 23 tim tari di Indonesia. Dari situ, hanya enam tim yang lolos untuk tampil dalam Festival Zapin NUsantara II ini, yaitu kelompok tari dari Jambi, Bengkalis, Pangkal Pinang, Lampung, Pare-pare, dan Wakatobe.

Anis melanjutkan, antusiasme masyarakat melayu kembali tumbuh, setelah diaksanakannya Festival Zapin Melayu . "Kemudian banyak yang meminta supaya kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Bahkan pihak swasta pun turut mendukung. Sejak itulah, zapin kembali bergairah," tuturnya.

Tom Ibnur, koreografer sejumlah tari zapin asal Jambi, mengatakan pihaknya akan menyuguhkan empat tari yang merepresentasi kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir Sungai Batanghari, yaitu Dana (Zapin) Kampung Manggis, Dana Sungai Keruh, Dana Seberang, dan Dana Pelepak. Seluruh tarian ini masih berpanutan pada gaya aslinya, namun mendapat sedikit perbaharuan mengikuti kondisi di masa kini. "Tari-tarian ini diharapkan dapat memberi pandangan dan menjawab perubahan dari masa ke masa terhadap zapin dan dana yang berkembang di Jambi," katanya.

Menurutnya, seiring banyaknya sungai di jambi, begitu jugalah maraknya persebaran tari zapin dan agama Islam di masa lalu. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak seniman membuat perubahan mengikuti gaya ciptanya masing-masing, seperti zapin kreasi, zapin modern, dan zapinneozapin yang lebih mengarah pada zapin kontemporer. Bahkan telah berkembang pula senam zapin.

Namun, lanjut Tom, tidak dapat dipungkiri ada perkembangan dan pertumbuhan zapin yang dirasa tidak mengena di hati, baik dipandang sebagai estetika maupun etikanya. Latar belakang budaya dan pemahaman terhadap zapin seakan tidak dipedulikan. Ini dapat memberi kerancuan terhadap pemahaman zapin, apalagi ciptaan-ciptaan yang ada masih menggunakan kata zapin sebagai sebuah tari.


Adapted : http://www.kompas.com/


Read More...

Malaysia Dikhawatirkan Akui Tari Zapin Pesisir Kepri

TUGAS ART OF CULTURE
SMA Pintar Kab.Kuantan Singingi

Guru : Ronaldo Rozalino S.Sn

Tanjungpinang (ANTARA News) - Budayawan Kepulauan Riau (Kepri) mengkhawatirkan Malaysia kelak mengaku tari Zapin Pesisir Kepri sebagai miliknya pula setelah lagu Rasa Sayange dan reog.

Bhinneka Surya alias Tok Mok kepada ANTARA News, di Tanjungpinang, Selasa menyatakan khawatir sebab sejak tahun 1998, orang Malaysia berupaya merebutnya dengan mempelajari tari Zapin dari Indonesia.

"Kami mencium kemungkinan itu saat Prof Madya Anis (WN Malaysia) mengundang seluruh budayawan Indonesia ke Malaysia pada tahun 1998," ungkap Tok Mok di ibukota Provinsi Kepri.

Tujuan Madya mengundang budayawan Indonesia adalah untuk mempelajari seluruh budaya tanah air, termasuk tari Zapin Pesisir.

"Pemerintah harus mengambil sikap terhadap kemungkinan itu," kata Tok Mok yang akan menerbitkan buku karangannya tentang Zapin.

Budayawan Kepri itu mengaku hingga kini terus mengembangkan tari Zapin Pesisir dan senam Zapin tanpa bantuan pemerintah.

"Belum pernah diperhatikan pemerintah. Jadi, upaya pengembangan dilakukan dalam berbagai keterbatasan, tapi tetap jalan" ujarnya.

Zapin adalah sejenis tarian yang pada dasarnya merupakan bentuk permainan menggunakan kaki yang semula hanya dimainkan kelompok laki-laki bangsa Arab.

Dalam bahasa Arab, Zapin disebut "al raqh wal zafn."

Tari Zapin berasal dari Arab. Masuknya tari Zapin bersamaan dengan syiar Islam ke Indonesia yang dibawa para pedagang Arab.

"Zapin tertua di Indonesia berada di Flores, Nusa Tenggara, pulau-pulau Ternate dan Ambon," katanya.

Kemudian Zapin berkembang di Pontianak dengan sebutan Japin.

"Di kawasan Indonesia bagian Barat, Jambi lebih dulu kenal tari Zapin ketimbang Riau," tuturnya.(*)
adapted :http://www.antara.co.id
Read More...